Ban Bekas Sulap Jadi Ikan Nila


Portalmalang.com – Hampir setiap rumah memiliki barang bekas yang sudah tak terpakai. Tak jarang, barang bekas tersebut langsung dibuang karena sudah tidak berfungsi dengan baik. Padahal, barang tersebut bisa menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat jika kita mau meluangkan waktu dan kreatif mengubah menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi. Salah satu barang tersebut adalah ban bekas.

Ban bekas memang termasuk limbah yang sulit terurai, namun, di tangan Supriatna, sampah itu bisa diubah menjadi ikan nila muara.

Supriatna yang akrab disapa Nana adalah warga kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Ia cukup membutuhkan waktu 4 hari saja dalam proses pembuatan itu.

Nana menceritakan, awal mula ia menekuni kerajinan berbahan limbah sampah itu sejak tahun 2016. Nana yang bekerja di tempat penampungan sementara (TPS) sampah itu kerap menemui ban bekas.

Karena jumlah ban bekas yang dia temui di TPS terus bertambah. Nana mulai memikirkan untuk merubah sampah itu menjadi sesuatu yang berarti. “Setiap hari sekitar 30 ban bekas yang saya kumpulkan. Akhirnya saya mencoba membuat kepala singa, kupu-kupu dan sebagainya,” ucap dia.

Atas kepiawaiannya, ia membuat sebuah kepala singa di rumahnya. Dari situ, ia posting di salah satu media sosial FB dan banyak masyarakat tertarik. Dari situ, ia sempat di kontrak ke Wisata Desa Bluron Bengawan Solo (BBS) di Gresik selama lima bulan sekitar tahun 2018 lalu. “Pernah membuat Gorila juga dan dikirim ke Kalimantan menggunakan truk,” ucapnya.

Kini ia kembali membuat replika ikan nila muara dengan panjang 150 cm menggunakan ban truck dan dikombinasi ban sepeda motor. Selanjutnya, ikan itu ia jual seharga Rp. 1 juta lima ratus. “Sudah ada yang pesan di restaurant penjual masakan ikan Kota Malang,” ucap dia.

Sebenarnya, proses pembuatan itu agak menyita waktu dan tenaga. Kenapa? Sebab, pada saat pembuatan dan pemasangan sisik ikan, semua potongan ban harus Simetris dan sama antara bagian kiri dan kanan. Berkat ketekunannya, ternyata barang itu menjadi indah dan gagah dipandang menyerupai wujud aslinya.

Ia berharap, karya-karyanya bisa menginspirasi masyarakat agar tidak selalu mengesampingkan sampah. “Jika bisa kita olah lagi, ngapain kita buang? Mending kita manfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai tinggi,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *