Cerita Guru Dibalik Covid-19


Portalmalang.com-Mengajarimu dengan bertatap muka,
Menyalamimu dengan penuh kasih
Memberimu ilmu, membimbing dan menegurmu
Serta menasihatimu dengan tulus,
Kini semuanya jadi berubah,
Tanpamu di hadapanku, tanpamu disampingku,
Kini diam, hening, tak bergeming,
kau jauh, dibatasi jarak, ruang dan waktu,

Di antara jauhnya wajah karena tak bersua
Di antara sempitnya ruang karena tak bisa harus bersentuhan
namun kau dekat, dekat dihatiku
aku memang seakan jauh karena tidak menyapamu
kita jauh tapi kau tetap belajar dari sebuah sejarah tentang hari kemarin
cerita tentang ilmu yang pernah kau dapat dari pertemuan kita
menuai cinta dalam segala keterbatasan
Bila nanti dalam kisahnya waktu kau jenuh,
Aku ada dalam lelahmu dan jenuhmu

Terlalu banyak perintahku padamu,
Terlalu banyak waktumu untukku
Tapi satu hal yang perlu kau camkan,waktuku pun banyak untukmu
Bahkan seluruh jiwa dan ragaku ku baktikan untukmu
Di sanalah lantunan sebuah doa yang seakan berucap dari sunyinya waktu

Kau adalah kekasih jiwaku,
Tahukah engkau kalau aku sedang merangkai harimu
Aku sedang mempersiapkan masa depanmu
Aku ingin kau pandai nan sukses,
Aku ingin kau jemput hari depanmu,
Agar kau lebih dari kecilmu kini

Kelak engkau sukses pada sebuah tepian waktu,
Aku tak menuntut kau membalas jasaku,
Cukup kau kenang aku pernah mendidikmu,
Cukup kau sapa aku sebagai gurumu,
Ibu yang memberi asih pada sebuah waktu yang tak mungkin akan berulang
Ibu yang pernah menggoreskan sekian cerita pada sejarah hidupmu

*)Oleh: Bernadus Ifandi, Asal Intansi Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.
*)Tulisan Puisi ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi portalmalang.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *