Curah Hujan tidak Stabil, Harga Pangan di Pasar Melonjak


Portalmalang.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan karena di pengaruhi oleh curah hujan dan cuaca yang tidak stabil  sejak awal bulan Oktober.

Pusat perbelanjaan sembako dan sayur-sayuran Kota Malang khususnya pasar tradisonal Landungsari menjadi salah satu tempat transaksi jual beli masyarakat, juga mengalami beberapa kenaikan harga sembako. Hal ini dikarenakan adanya perubahan iklim sejak bulan Oktober lalu.

Komoditas membuat penjual mengalami kekurangan masukan bahan jualan. Salah satunya yaitu harga bawang merah yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sementara untuk bawang putih saat ini masih relative stabil.

“Untuk bawang putih harganya masih normal diharga Rp.24.000.00/kg, kalau bawang merah harganya memang mengalami kenaikan, sebelumnya diharga Rp.20.000.00/kg kini naik sampai Rp.33.000.00/kg. Kalau yang kecil sebelumnya Rp.18.000.00/kg, sekarang sudah naik sampai Rp.30.000.00/kg,” ungkap Lita seorang pedagang sembako di Pasar Landungsari saat ditemui wartawan Portalmalang.com.

Kondisi Pasar Landungsari saat ditemui wartawan Portalmalang.com

Ada beberapa faktor yang menyebabkan lonjakan harga sejumlah pangan, yakni berakhirnya panen raya dan musim hujan yang melanda seluruh wilayah Indonesia saat ini. Selain itu Lita juga mengungkapkan bahwa komoditas pangan lainnya juga mengalami kenaikan cukup signifikan seperti kacang kedelai.

“Kacang kedelai pun naik harganya dari Rp.5.000.00/kg kini sampai Rp.11.000.00/kg,” terangnya.

Sementara untuk komoditas lainnya seperti kacang tanah, mengalami kenaikan tipis dari Rp.23.000.00/kg menjadi Rp.25.000.00/kg dan untuk gula masih stabil diharga Rp.12.000.00/kg.

Kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini juga ditanggapi oleh Winda seorang pembeli, ia mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini memang kerap kali terjadi ketika sudah musim hujan.

“Memang kalau sudah musim hujan seperti sekarang, bahan-bahan pokok harganya naik, jadi saya nggak begitu heran asalkan naiknya jangan terlalu tinggi,”ujarnya (Natalia Erlisa).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *