DPRD Kota Malang Meninjau Ulang Alokasi Anggaran: Fokus pada Kebutuhan Mendesak dalam Pemulihan Pasca Pandemi

0
187

Malang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang tengah mempertimbangkan ulang sejumlah alokasi anggaran dalam periode penyesuaian keuangan ini. Salah satu aspek penting yang diperhatikan adalah alokasi anggaran untuk belanja tak terduga (Belanja Tak Terduga atau BTT).

Trio Agus Purwono, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, menekankan bahwa anggaran BTT saat ini berjumlah Rp 19 miliar. Selain itu, terdapat kabar yang beredar bahwa ada rencana untuk menambahkan alokasi anggaran BTT sebesar Rp 10 miliar dalam periode penyesuaian keuangan ini. “Kami juga mendesak agar berhati-hati dalam menambah anggaran BTT mengingat kondisi pasca pandemi yang sedang berlangsung,” ungkap Trio.

Lebih lanjut, Trio berpendapat bahwa jika diperlukan, anggaran BTT seharusnya dievaluasi ulang. Hal ini akan memungkinkan realokasi dana ke hal-hal yang lebih mendesak selama periode penyesuaian keuangan ini.

“Jika diperlukan, kita perlu mempertimbangkan untuk mengurangi alokasi anggaran BTT yang ada sebesar Rp 19 miliar,” tambah Trio.

Sebagai referensi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang tahun 2023 mengalokasikan dana sebesar Rp 19 miliar untuk anggaran BTT. Namun, dalam periode penyesuaian keuangan ini, terdapat rencana untuk meningkatkan alokasi anggaran BTT menjadi total Rp 29 miliar.

“Awalnya, terdapat alokasi sebesar Rp 19 miliar dalam anggaran utama, dan ada pembicaraan untuk menambahkannya sebesar Rp 10 miliar menjadi Rp 29 miliar,” jelas Trio. Penting untuk dicatat bahwa investigasi dari media ini menunjukkan bahwa alokasi anggaran BTT sebenarnya telah diturunkan dalam APBD 2023. Pada tahun sebelumnya, 2022, alokasi anggaran BTT dialokasikan sebesar Rp 39 miliar.

Alokasi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman yang dihadapi akibat pandemi Covid-19. Namun, dampak pandemi yang semakin mereda pada tahun 2022 mengakibatkan dana tersebut tidak terpakai sepenuhnya.

Dari alokasi awal sebesar Rp 39 miliar, hanya sekitar 16,3 persen, atau Rp 6 miliar, yang digunakan. Akibatnya, alokasi anggaran BTT untuk tahun 2022 kemudian dikurangi menjadi Rp 19 miliar, sejalan dengan kebutuhan yang berkurang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here