Produksi Roti Kepanjen Menjerit Mahalnya Harga Telur


Portalmalang.com Harga telur ayam di pasaran terus merangkak naik. Kini, harga telur ayam sudah tembus 28 ribu rupiah perkilo. Hal tersebut membuat produsen roti di Jalan Tenun, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, mengurangi besaran ukuran rotinya, Kamis (9/6).

Produksi roti Firda di Kepanjen, Kabupaten Malang adalah salah satu produksi roti yang mengurangi besaran ukuran roti. Dalam hal itu, pemilik roti Rifdatul Firdausi pemilik roti Firda hanya bisa menyiasati roti dengan merubah besaran ukuran roti yang diakibatkan monggaknya harga bahan pokok. “Yang naik bukan hanya telor saja. Bahan-bahan yang lain juga ikut naik sejak naiknya harga minyak beberapa hari yang lalu,” katanya.

Seperti hal nya coklat dan mentega, keduanya harga itu diam-diam selalu merangkak naik. Padahal, dua bahan tersebut adalah ujung tombak dari pembuatan roti miliknya. Saat ini, harga mentega sudah mencapai Rp. 350 ribu per sepuluh kilogram. Sebelumnya, masih berkisar Rp. 285 per sepuluh kilogramnya. “Coklat juga naik. Kemarin sudah Rp. 1 juta per 20 kilo, padahal sebelum minyak naik masih Rp. 800 ribuan,” ungkap dia.

Baca Juga: Pembunuhan Wurlin Sudah Mulai Terang-portalmlang.com

Dengan begitu, supaya roti tetap berjalan, Firdausi terpaksa merubah besar ukuran roti. Tak hanya ukuran, produksi juga ia kurangi. “Semisal dalam pembuatan timbangannya 50, kita kurangi menjadi 40 kilo. Semisal ukuran roti 10cm, kita ubah 9cm supaya kita tidak terlalu rugi,” kata dia.

Sempat ingin merubah bahan seperti cokelat di ganti ke bahan yang lebih murah. Namun, pelanggan setianya banyak yang komplain terhadap perubahan itu. Hingga pada akhirnya, ia hanya bisa berani merubah ukuran rotinya saja demi kepuasan pelanggan. “Dulu ada beberapa produk kami naikkan, tapi malah tidak laku. Akhirnya saya turunkan lagi. Atau saya lebih memilih tidak buat saja dulu. Dari pada pelanggan saya hilang gara-gara harga,” kata dia.

Ia melanjutkan, sebab mencari pelanggan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dengan begitu, ia bisa tetap produksi roti hingga menutupi keuangan yang samikin minus sebab naiknya barang tersebut. “Alhamdulillah, kita sudah punya 6 cabang dari sejak berdiri di tahun 2014. Maka dari itu, kami berharap, harga bahan pokok segera normal kembali ya, supaya pelaku UMKM bisa menghirup udara segar juga,” tutup dia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *