Realistis, Target PAD Kota Malang Diturunkan dari Rp 1 Triliun


Kota Malang, 29 Juli 2023 – Kota Malang menghadapi perubahan signifikan dalam target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini. Setelah melalui serangkaian pembahasan resmi pada Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA), DPRD Kota Malang menyetujui pengurangan target PAD yang sebelumnya berada di angka Rp 1 triliun menjadi Rp 834 miliar.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, memberikan insight mengenai alasan di balik penurunan ini. “Banggar (badan anggaran) sejak awal memang tidak optimis dengan PAD di atas Rp 1 triliun,” ujarnya dengan tegas. Bahkan, Made menyinggung bahwa DPRD sebenarnya memperkirakan target maksimal yang bisa dicapai adalah Rp 800 miliar, namun Wali Kota Malang menyebut potensi mencapai Rp 834 miliar. “Kita masih tetap optimis dengan angka tersebut,” tambahnya.

Penurunan target PAD ini terutama disebabkan oleh penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 yang dinilai kurang maksimal, bahkan masih minim. Hal ini juga didukung oleh catatan dari tahun sebelumnya, dimana terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) sebesar Rp 460 miliar pada tahun 2022. Made menyatakan keprihatinannya, bahwa masalah penyerapan APBD di tahun sebelumnya masih berulang pada tahun 2023.

DPRD Kota Malang sekarang berkomitmen untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap kebutuhan anggaran belanja dan potensi pendapatan yang dapat dijadikan sebagai PAD Kota Malang. Menurut Made, langkah ini penting untuk memastikan kejelasan potensi pendapatan sebelum merancang anggaran belanja. Ia menegaskan, “Seharusnya belanja disesuaikan dengan pendapatan, bukan sebaliknya. Dengan angka Rp 834 miliar, kami percaya ini merupakan langkah realistis untuk mencapai target tersebut.”

Perubahan ini menandai langkah maju bagi Kota Malang dalam menghadapi tantangan keuangan dan menyeimbangkan anggaran demi kesejahteraan dan pembangunan daerah. Diharapkan dengan langkah strategis ini, Kota Malang akan tetap berjaya dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *